Ada teman yang baik,
Ada teman yang menerima apa adanya,
Ada teman yang selalu ada
Ada teman yang terbuka
Ada teman yang tidak menusuk
Ada~
Ada teman yang jahat
Ada teman yang menerima ada apanya
Ada teman yang kalau datang butuh
Ada teman yang tidak terbuka
Ada teman yang menusuk dari belakang
Ada~
Teman yang tulus itu menerima apa adanyaa, selalu ada buat mu, selalu terbuka dengan mu, memperingatkan jika ada salah, dan tidak menusuk dari belakang. bukannya kalo ada apa baru dateng, dateng kalo pas butuh, ngomongin di belakang, ga terbuka dan menusuk dari belakang. bagaimana kita mengetahui bila kita salah jika tidak ada yang memperingatakan. Renungkanlah !
Senin, 20 Mei 2013
Kamis, 16 Mei 2013
Sadarlah!
apakah kamu tau bagaimana cara fikirmu itu? cara fikirmu yang selalu mementingkan dirimu sendiri. setidaknya kau sadar apa yang kau fikirkan dan apa yang kau katakan. menyakiti hatinya kah tau membahagiakannya kah?
berfikirlah yang cerdas seperti laki-laki cerdas. berfikirlah yang dewasa seperti laki-laki dewasa. apakah perbuatanmu ini tidak merugikan orang lain? apakah perbuatanmu ini menyenangkan orang lain? apakah kamu pernah berfikir itu?? sepertinya tidak.
sepertinya sifatmu memang tidak bisa di rubah. membicarakan orang lain di belakangnya bahkan menyindirnya dengan bahasa yang tidak ia mengerti. seolah olah hanya kamu yang mengerti bahasamu itu.
jika aku lebih mementingkan teman dan organisasiku knapa? ada yang salah? atau aku yang salah? berfikirlah kenapa aku tak mau sering sering denganmu dan kenapaku lebih mementingkan mereka daripada kamu.
sepertinya dahulu aku sudah memperingatkanmu, jika aku lebih mencintai teman dari pada kekasih.
sadahlah, berfikirlah dan dewasalah
berfikirlah yang cerdas seperti laki-laki cerdas. berfikirlah yang dewasa seperti laki-laki dewasa. apakah perbuatanmu ini tidak merugikan orang lain? apakah perbuatanmu ini menyenangkan orang lain? apakah kamu pernah berfikir itu?? sepertinya tidak.
sepertinya sifatmu memang tidak bisa di rubah. membicarakan orang lain di belakangnya bahkan menyindirnya dengan bahasa yang tidak ia mengerti. seolah olah hanya kamu yang mengerti bahasamu itu.
jika aku lebih mementingkan teman dan organisasiku knapa? ada yang salah? atau aku yang salah? berfikirlah kenapa aku tak mau sering sering denganmu dan kenapaku lebih mementingkan mereka daripada kamu.
sepertinya dahulu aku sudah memperingatkanmu, jika aku lebih mencintai teman dari pada kekasih.
sadahlah, berfikirlah dan dewasalah
Langganan:
Postingan (Atom)